bermula sebagai seseorang yang memang introvert yang tak mudah berbagi percayalah ini mrmang tidak mudah menjadi seorang introvert itu tidak enak. tapi ya beginilah hidup ada yang selalu berbeda ada hitam,ada putih,ada malam ada siang begitupun kepribadian seseorang ada oang yang ekstorvert dan introvert.
Sebagai seseorang yang selalu berpindah tempat dari suatu kota ke kota lainnya layaknya seorang bunglon yang harus pandai menyesuaikan diri dimanapun dia tinggal itu bukanlah suatu hal mudah.Hingga suatu ketika harus hijrah dari suatu kota kecil tak berpenduduk banyak hingga hijrah ke kota yang berkependudukan padat itu rasanya sulit sekali menerima nya sebagai seseorang anak sd yang baru merasakan apa itu manis nya bangku sekolah namun harus pindah di kelas dua sd lalu kelas tiganya pindah lagi disitu rasanya ketika kamu baru memasuki zona nyaman dengan teman teman baru lalu pindah lingkungan lagi itu tidak mudah untuk menyesuaikan kembali tapi aku yakin aku bisa yaaap betul setelah kelas 4 sd baru merasakan zona nyaman di sekolah itu.
Sd berlalu hingga masa smp pun pada datang dan keterima di salah satu sekolah favorit di bandung timur masuk sebagai anak 7E,8G,9E disitu rasanya bener - bener transisi dari masa anak - anak menuju masa remaja dan aku menikmati masa-masa putih biruku seandainya bisa diulang dan aku ingin memilih kembali ke masa itu. Aku rindu dengan segala kenakalan dan kepolosannya. :') Aku rindu dengan suasana kelas yang gaduh hingga bermasalah dengan guru lalu masuk guru BK karena aku berbeda. :') aku rindu deengan teman-teman dan segala bullyannya yang selalu ada hingga detiik ini :') see u on the top gengs salam rindu dari si kecil ini :')
hingga suatu waktu ujian nasional pun berlalu dan dengan segala perlawanan yang ada akhirnya pilihan ku jatuh pada pesantren bukan berarti ku tak mau masuk SMAN tapi aku yakin ini sudah jalan yang Allah siapkan dan bertahan hingga menjadi santri akhir KMI. dari sinilah perjalanann hidup ku mulai goyah ingat banget waktu itu 2 desember aku divonis sebagai skolioser dengan umur masih cukup muda disitu rasanya hidup ku pernah berada di titik nyerah. hingga 2 januari 2013 aku pun memutuskan untuk operasi besar atau tulang belakang disitu rasanya aku sudah mulai pasrah dengan hidupku ku serahkan semuanya padamu yaa Rabb ketika memasuki ruangan IGD dengan kursi roda dan pakaian serba hijau tetapi Allah masih mengizinkan setelah 9 jam berada diruangan tersebut Allah memberi kehidupan kedua kembali, dengan keadaan yang memang berbeda aku hraus memakai baju besi lalu aku kembali mengalani masa tersulit dengan diri ini yaitu untuk berdiri pun aku tak sanggup apalagi berjalan hingga 3 bulan kemudian aku bisa kembali bangkit secara perlahan setelah selalu bergantung pada orang lain.hingga suatu ketika aku menemukan sebuah quote yang membuat bersemangat kembali tubuh kita dirancang tuhan sudah yang paling tepat. yap dan setahun kemudian baju besi itu sudah tidak aku gunakan, sebagai seorang santri dengan jiwa yang tidak santri ini bukan sekali mempunyai keinginan untuk keluar tetapi selalu ada jiwa jiwa yang bergejolak untuk keluar namun ada beberapa yang selalu menguatkan yaitu ku ingin sekali mengikuti study banding ke gontor , kuingin mengikuti pagelaran panggung gembira , kuingin sujud syukur di masjid ini sebagai saksi perjalanan itu bukanlah hal yang mudah tetapi sekali lagi aku bisa melewati pergojalakan diri ini .
yap akhirnya aku lulus dari pondok itu dengan segala peraturan yang mungkin akan selalu ingat peraturan bahasa yang selalu dilanggar dikala malam hari , tidur di kelas saat tak ada ustad atau ustadzah itu adalah suat uhal unforgetabble dan sekarang ku rindu suasana ini :')
"Akan ada suatu hikmah ketika kamu ingin A tetapi Allah berkata B yakinlah skenario Allah lebih baik dari apapun"
"tatkala kamu menyerah dengan diri sendiri maka definisi semangat itu sendiri ada di diri mu sendiri karena hanya diri mu lah yang tau tentang seberapa kua kamu mngahdapi dunia ini"
Selasa, 20 Maret 2018
Senin, 12 Maret 2018
Rindu tak bertuan
Dear rinduku..
apa kabar duhai kamu?
apa kamu baik-baik saja? semoga yaaaa
kurindu akan sosok senyum sombong yang kamu tuai padaku dengan sesosok alis tebal yang diangkat
kurindu akan sosok suaramu :')
Duhai tuan yang tak ku tau dimana , dimana, bahkan sedang apa dirimu disana?
bolehkah aku untuk sekedar menyapamu duhai tuan?
Rindu ini masih sama saat kita pernah melewati hari 'itu' bersama :')
apa kabar duhai kamu?
apa kamu baik-baik saja? semoga yaaaa
kurindu akan sosok senyum sombong yang kamu tuai padaku dengan sesosok alis tebal yang diangkat
kurindu akan sosok suaramu :')
Duhai tuan yang tak ku tau dimana , dimana, bahkan sedang apa dirimu disana?
bolehkah aku untuk sekedar menyapamu duhai tuan?
Rindu ini masih sama saat kita pernah melewati hari 'itu' bersama :')
Langganan:
Postingan (Atom)