Selasa, 16 Oktober 2018

Sekali skoliosis tetap skoliosis :')

Berbeda?
Skolioser?
yap mungkin memang benar menjadi seseorang yang berbeda itu tidaklah mudah terutama berbeda dalam fisik semua itu tergantung dari sebagaimana kamu bersyukur kepada Allah SWT. berbeda bukan alasan hanya terkadang orang menganggap "aneh". 

Kala itu sebagai seseorang yang sudah bosan dengan bau rumah sakit dari sejak kecil, rasanya sudah bosan dengan melihat semua peralatan dokter bahkan hingga sang dokter pun mungkin sudah mengenali tentang diri ini ya bagaimana tidak diri ini memang sudah memasuki rumah sakit ini dari sejak kelas 5 SD namun kala itu diri ini divonis dengan diagnosa yang berbeda beda sehingga menjalani  pengobatan yang berbeda - beda pula kala itu diri ini didiagnosa mempunyai permasalahan pada tulang sehingga diagnosa menghasilkan mempunyai penyakit *** tulang sehingga harus menjalani serangkaian terapi sana sini hingga minum obat yang ternyata tidak seharusnya huft sudahlah *sudahberlalupula* serangkaian terapi mulai dari terapi tradisional hingga terapi medis entah itu terapi listrik atau terapi terapi lainnya yang memang sudah kujalani sedari ku kecil namun lagi lagi perihal bersyukur tentang hidup yang masih bisa kujalani, perihal orang tua yang selalu siap dan sabar menghadapi anaknya dan siap menjalani semua bersama anaknya. terapi dan pengobatan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya kujalani dokter satu ke dokter lainnya ku jalani hingga waktu pun berlalu seragam ku berganti menjadi putih biru yap kala itu ku masuk salah satu smp favorit daerah bandung timur lagi lagi aku yang memang berbeda ini ternyata disadari oleh guru bk dan guru olahraga ku namun kala itu aku tak mengetahui perihal apa yang terjadi pada badan ini, dan tibalah waktunya dipanggil oleh guru bk yang selalu menjadi hal yang menakutkan khususnya bagi diri ini sendiri padahal seharusnya biasa saja toh ya memang tidak ada hal yang salah namun ya memang ibu ini mempunyai image sebagai "tukang razia" sehingga rasanya menakutkan wkwkwk tatkala masuk dalam ruangannya : G : "wantri" W : iya bu saya g : mulai hari ini kamu tidak usah mengikuti olahraga apapun ya W :"kenapa bu? apa salah saya? g : tidak ada apa apa. 
Dan mulai saat itu hingga lulus aku tidak diperbolehkan mengikuti olahraga apapun terkecuali renang tanpa alasan yang tak ku ketahui hingga lulus. 

Waktu berlalu......
seperti yang sudahkuceritakan sebelumnya bahwa ternyata diri ini pun mengalami diagnosa yang berbeda lagi dan lagi setelah mengalami jatuh setelah kasyaf/pramuka yang menyebabkan lutut ini membiru dan ku harus pulang dari pondok sehingga dibawa ke rumah sakit di bandung kala itu ku didiagnosa skoliosis 40 derajat. bagi seorang anak SMA yang notabane nya memang masih muda kala itu pun cukup terpuruk dengan semua itu namun ku percaya bahwa orang tua ku lebih terpuruk lebih dari apapun ya tepat kala itu oeang tua ku pun merintihkan air mata bahwa ternyata anak perempuannya harus mempunyai perjuangan yang cukup beratnya di umur yang semuda ini dan tidak ada pilihan lain kecuali operasi kala itu..

2 Januari 2-0-1-3.. mungkin tahun baru kali ini tidak seperti tahun tahun baru sebelumnya ya kala itu ku harus menjalani serangkaian operasi di rumah sakit ini dengan gemerlap kembang api di langit kota bandung ku ini diri ini yang notabenenya sebagai orang sakit lalu tiba tiba masuk rumah sakit karena akan menjalani operasi dan diri ini masih bisa jalan jalan di sekitaran rumah sakit HAHA hanya dengan ditemani sang kakak tercinta ku bisa menikmatinya.  dan hari itu pun tiba tepat pukul 9 pagi ku dibawa ke ruang operasi dengan pakaian serba hijau dan kupasrahkan hidupku seutuhnya hanya kepada sang maha kuasa yang terakhir kulihat hanyalah semua orang itu pun sedang menangis dan aku yang berusaha sedang kuat  ini ku berusaha menyeka air mata ku sendiri.. 
tepat pukul 13.00 ku sudah mulai sadar dengan dunia ini yang pertama kulihat adalah wajah beliau ya beliau adalah kedua orang tuaku dan setelah itu ku tak sadar kembali pukul menunjukan pukul 18.00 ya kulihat adalah wajah kakaku dan kala itu ku sudah sadar seutuhnya sebagai seorang manusia yang telah menjalani kehidupan kedua. 

Yap bertahun tahun lamanya setalah menjalani operasi itu 
ternyata benar bahwa sekali skoliosis tetap skoliosis :')
dan sakit itu pun masih ada..
operasi hanyalah mengurangi derajat dari skoliosis itu sendiri :')
sekarang hanya perihal bagaimana kamu bersyukur pada semua nikmat yang telah Allah beri dan aku percaya bahwa setiap sakit yang kurasa adalah sebagai sebuah pengugur dosa hanya tentang bagaimana kamu menikmati sakit nya itu sendiri tatkala dia datang, karena sesungguhnya perjuangan skolioser adalah seumur hidup. :') 


FIGHTER SKOLIOSER!
Semua Sama dimata Allah kita hanya berbeda dimata manusia lain sajaaa! 






Selasa, 20 Maret 2018

this is my life

bermula sebagai seseorang yang memang introvert yang tak mudah berbagi percayalah ini mrmang tidak mudah menjadi seorang introvert itu tidak enak. tapi ya beginilah hidup ada yang selalu berbeda ada hitam,ada putih,ada malam ada siang begitupun kepribadian seseorang ada oang yang ekstorvert dan introvert.

Sebagai seseorang yang selalu berpindah tempat dari suatu kota ke kota lainnya layaknya seorang bunglon yang harus pandai menyesuaikan diri dimanapun dia tinggal itu bukanlah suatu hal mudah.Hingga suatu ketika harus hijrah dari suatu kota kecil tak berpenduduk banyak hingga hijrah ke kota yang berkependudukan padat itu rasanya sulit sekali menerima nya sebagai seseorang anak sd yang baru merasakan apa itu manis nya bangku sekolah namun harus pindah di kelas dua sd lalu kelas tiganya pindah lagi disitu rasanya ketika kamu baru memasuki zona nyaman dengan teman teman baru lalu pindah lingkungan lagi itu tidak mudah untuk menyesuaikan kembali tapi aku yakin aku bisa yaaap betul setelah kelas 4 sd baru merasakan zona nyaman di sekolah itu.

Sd berlalu hingga masa smp pun pada datang dan keterima di salah satu sekolah favorit di bandung timur masuk sebagai anak 7E,8G,9E disitu rasanya bener - bener transisi dari masa anak - anak menuju masa remaja dan aku menikmati masa-masa putih biruku seandainya bisa diulang dan aku ingin memilih kembali ke masa itu. Aku rindu dengan segala kenakalan dan kepolosannya. :')  Aku rindu dengan suasana kelas yang gaduh hingga bermasalah dengan guru lalu masuk guru BK karena aku berbeda. :') aku  rindu deengan teman-teman dan segala bullyannya yang selalu ada hingga detiik ini :')  see u on the top gengs salam rindu dari si kecil ini :') 

hingga suatu waktu ujian nasional pun berlalu dan dengan segala perlawanan yang ada akhirnya pilihan ku jatuh pada pesantren bukan berarti ku tak mau masuk SMAN tapi aku yakin ini sudah jalan yang Allah siapkan dan bertahan hingga menjadi santri akhir KMI. dari sinilah perjalanann hidup ku mulai goyah ingat banget waktu itu 2 desember aku divonis sebagai skolioser dengan umur masih cukup muda disitu rasanya hidup ku pernah berada di titik nyerah. hingga 2 januari 2013 aku pun memutuskan untuk operasi besar atau tulang belakang disitu rasanya aku sudah mulai pasrah dengan hidupku ku serahkan semuanya padamu yaa Rabb ketika memasuki ruangan IGD dengan kursi roda dan pakaian serba hijau tetapi Allah masih mengizinkan setelah 9 jam berada diruangan tersebut Allah memberi kehidupan kedua kembali, dengan keadaan yang memang berbeda aku hraus memakai baju besi lalu aku kembali mengalani masa tersulit dengan diri ini yaitu untuk berdiri pun aku tak sanggup apalagi berjalan hingga 3 bulan kemudian aku bisa kembali bangkit secara perlahan setelah selalu bergantung pada orang lain.hingga suatu ketika aku menemukan sebuah quote yang membuat bersemangat kembali tubuh kita dirancang tuhan sudah yang paling tepat. yap dan setahun kemudian baju besi itu sudah tidak aku gunakan, sebagai seorang santri dengan jiwa yang tidak santri ini bukan sekali mempunyai keinginan untuk keluar tetapi selalu ada jiwa jiwa yang bergejolak untuk keluar namun ada beberapa yang selalu menguatkan yaitu ku ingin sekali mengikuti study banding ke gontor , kuingin mengikuti pagelaran panggung gembira , kuingin sujud syukur di masjid ini sebagai saksi perjalanan itu bukanlah hal yang mudah tetapi sekali lagi aku bisa melewati pergojalakan diri ini .
yap akhirnya aku lulus dari pondok itu dengan segala peraturan yang mungkin akan selalu ingat peraturan bahasa yang selalu dilanggar dikala malam hari , tidur di kelas saat tak ada ustad atau ustadzah itu adalah suat uhal unforgetabble dan sekarang ku rindu suasana ini :')

"Akan ada suatu hikmah ketika kamu ingin A tetapi Allah berkata B yakinlah skenario Allah lebih baik dari apapun" 
"tatkala kamu menyerah dengan diri sendiri maka definisi semangat itu sendiri ada di diri mu sendiri karena hanya diri mu lah yang tau tentang seberapa kua kamu mngahdapi dunia ini"



Senin, 12 Maret 2018

Rindu tak bertuan

Dear rinduku..
apa kabar duhai kamu?
apa kamu baik-baik saja? semoga yaaaa
kurindu akan sosok senyum sombong yang kamu tuai padaku dengan sesosok alis tebal yang diangkat
kurindu akan sosok suaramu :')


Duhai tuan yang tak ku tau dimana , dimana, bahkan sedang apa dirimu disana?
bolehkah aku untuk sekedar menyapamu duhai tuan?

Rindu ini masih sama saat kita pernah melewati hari 'itu' bersama :')